ternyata…

November 7th, 2008 by yandha-man

jumat malam 7 november 2008 seorang temen sms saya..isinya tentang berita kematian seorang sahabat

almarhum adalah temen sma yang hampir tak ada orang yang tak suka..artinya dia adalah sosok yang low profile..pinter..mau bergabung dengan siapa aja..termasuk kami yang dulu sering disebut kaum marjinal dengan banyak ulah ( itu kata guru be-pe / agama / n biologi hehe )

almarhum meninggal ketika snorkling di wanci, taman nasional wakatobi..katanya almarhum sedang menemani tamu dan kemudian entah kenapa tiba2 sudah meninggal di laut..

entah kenapa..berita itu kok tiba2 melambungkan pemikiran saya akan kematian yang bisa saja memilih siapa aja..suka suka dia aja kaya’nya..meski katanya umur manusia sudah ditentukan sih..

kata temennya balian of ibelin di film kingdom of heaven, saya lupa namanya “…all death are certain my friend”..kematian adalah hal yang pasti..

memang sih kematian adalah kepastian..tapi tetap tidak menentramkan hati dan otak saya yang sedang kacau balau membayangkan arwah, yang sekarang sedang menuntun saya menulis posting ini, nantinya keluar dari tubuh saya..membayangkan nanti malaikat bersayap akan turun menjemput saya..pasir kuburan yang padat bin banyak itu menutupi jasad yang bertahun2 berkolaborasi dengan ruh dan membuat eksis seseorang..membayangkan malaikat tukang catat akan menanyai saya di kuburan nanti…kemudian surga…neraka…cuk serem cuuukkkk!!!

kemudian flashback kehidupan saya mulai tk sampe sekarang sekilas muncul dihadapan saya ( kalo bayi saya ga inget hehe )…oh God..apa saja yang sudah saya lakukan???seyakin yakinnya saya akan kebaikan Tuhan yang akan menerima umatNya apa adanya dan sesantai santainya Dia menertawai kebodohan manusia selama hidup…ternyata saya tetap takut dengan kematian…pfyiuhhhhhhh…

met datang Ramadhan..

August 31st, 2008 by yandha-man

Selamat datang Ramadhan…
selamat datang hari hari panas tanpa es teh manis atau es kelapa muda..
selamat datang hari hari penat tanpa sebatang rokok kretek dengan asap tebalnya itu..
selamat datang siang hari tanpa batagor,siomay,sate,tongseng dan segalanya…
selamat datang pagi tanpa kehadiran pekatnya kopi hitam dengan uap harumnya..
selamat datang malam hari tanpa maraknya canda tawa cewe cewe centil di lokalisasi..katanya sih menghormati
selamat datang kegelapan untuk dunia gemerlap dan sekitarnya..juga buat menghormati katanya..
selamat datang pondok pondok pesantren kilat gratis oleh sekolah sekolah…

Ramadhan selalu datang..puasa selalu dituntaskan..tiap tahun selalu berulang..

andai saja Ramadhan ini kita mampu mengucap…
selamat datang Ramadhan
selamat datang pagi tanpa kehadiran berita korupsi oleh pejabat busuk…
selamat datang hari hari dengan kebebasan berpendapat dan berpikir tanpa tekanan dari pihak yang mengatasnamakan agama..
selamat datang pendidikan gratis oleh semua sekolah dan dibiayai oleh negara..
selamat datang kesadaran berpikir dan kesadaran bertindak untuk berubahnya bangsa ini..
ahh..masih jauh kaya’nya…untung kita masih bisa mimpi

4 Days to Forever

August 6th, 2008 by yandha-man

4 Days to Forever

 

 

Rabu, 18 Juni 2008.

7.30 am

Tulit..tulit..dua kali beep hp ternyata mampu mengusik saraf pendengaranku
yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak dan diteruskan ke mata yang masih
berat untuk dibuka ini. Sms dari reporterku dengan malas aku buka. Jari jari
yang sudah terlatih memencet keypad ini dengan lancar membuka keylock hpku
meski mataku tertutup. Dengan samar samar kulihat bunyi sms yang berkata kalau
dia sudah di lt.5 kantorku bekerja. Aahhh..rajin banget brur!!! Tapi memang
kita sudah janji dateng pagi untuk liputan hari itu. Mau tidak mau, malas tidak
malas, ngantuk tidak ngantuk, kugerakkan kakiku menuju kamar mandi n mengguyur
tubuhku yang terasa sangat malas untuk bersahabat dengan air pagi itu. Tiba di
kantor langsung kusiapkan kamera kesayanganku n langsung berangkat liputan. Aku
hanya berharap liputan hari itu berakhir cepat n lancar jaya. Tak sampai 30
menit kami tiba di lokasi untuk mewancarai beberapa anak sd. Tak sampai satu
jam, dua liputan sudah kami habisi..legaaaaa…..

Sesuai rencana, kami berencana untuk tidak kembali ke kantor secepatnya.
Maklum buruh buruh macam kami selalu menggoda atasan yang ingin menyuruh kami
ke lokasi liputan lain. Daripada disuruh, mending saya berbosan bosan ria
beberapa jam di mobil n kembali layaknya wartawan yang sudah capek liputan. Akhirnya
saya usulkan ke reporter saya untuk menemani saya membeli tiket saya pulang
hari itu. Reporter saya menyetujui. Berputar putar dikit, sebuah travel agent
dengan spanduk besar salah satu maskapai menarik minat saya untuk melihat.
Iseng iseng saya berhenti dan menanyakan tiket pesawat ke surabaya untuk hari
itu. Ternyata jawabannya sungguh tidak mengenakkan dompet saya waktu itu. Tiket
yang biasanya dijual dengan 400rb rupiah, kini melonjak menjadi 600rb paling
murah. Bahkan pesawat dari maskapai “L” yang biasanya murah itupun harga
tiketnya mencapai 1juta!. Weleh???selidik punya selidik, ternyata musim liburan
ini bapak n emak anak2 sekolah juga ikut liburan hingga memenuhi kuota
penumpang pesawat, dan tanpa banyak protes harga tiket pun naik dengan lancar.
Jancuk, anak’e sing prei kok bapak ibu’e melu repot..nggarai larang tiket ae
cuk!

Dengan berat hati n lega dompet…saya putuskan untuk ke stasiun Gambir.
Naek kereta aja ah..murah bin meriah… Tiba di Gambir saya berharap masih
dapat tiket kereta eksekutif Bima hingga saya bisa agak tenang tidur. Ternyata
eh ternyata..semua tiket eksekutif ke surabaya habis binti ludes sampai hari
senin..lidah di mulut ini terasa gatal ingin menyumpah di depan loket penjualan tiket..Jancuk!!! sopo ae sih sing tuku iku
sampek keentekan. Si mbak berkata kalau yang ada cuman kereta api bisnis
Gumarang untuk hari itu n selanjutnya. Ya wis gpp, poko’e mole je..meski
bayangan 13 jam di kereta yang selalu telat itu sudah menyeruak.

Jam 12 siang kami memutuskan kembali. Kami pikir 4 jam berada di luar
kantor sudah cukup pantas hehe…ga pake checkout, langsung setelah saya
kembalikan kamera, kaki langsung saya langkahkan keluar hehe. Creative saya
sempat menanyakan apakah masih mau liputan lagi, soalnya tidak ada cameramen
lagi untuk tim liputan hari itu. Dengan enteng mulut saya menjawab ga mau
hehe..oo ya udah kalo gitu, untung nya creative saya memaklumi.

Tiba di kos, pakaian saya pack di tas yang saya pinjam dari teman se-kos.
Agak banyak yang saya bawa hari itu..maklum 8 hari libur n ada acara
pula!hihi…

Jam 4.15 saya bersiap untuk berangkat ke stasiun, tiba tiba temen saya
menelpon, meminta saya untuk menunggu dia datang ke kos saya. Heh jancuk aku
wis kate budal iki. Dia bilang dia sudah di jalan menuju kos. Baeklah kalo
begitu, wong niatnya baek saya tunggu aja hehe. 4.35 dia nyampe. Ngobrol ngalor
ngidul tentang persiapan pernikahan saya tak terasa jarum jam sudah menunjukkan
pukul 5  sore kurang 5menit. Mak! Kereta saya
kan jam 6? Dia bilang tenang dulu ndha, biar gw telpon taksi. Jancuk cepetan
cuk, maksimal 15 menit, jawab saya. Telepon operator taksi biru, temen saya
mengingatkan untuk cepet mengirim taksi ke kos saya. Sang operator menyanggupi
15 menit lagi datang. Kami berdua menunggu…5 menit..10 menit..15 menit..ga
teko cuk!!..mulai gelisah..menit ke 20 taksi yang kami tunggu dateng dengan
wajah tanpa dosa..( ancene ga duwe..) langsung tanpa basa basi saya minta ke
Gambir. Temen saya cuman ketiwi ketiwi karena melihat wajah panik saya waktu
itu. Sang sopir dengan tenang bertanya lewat mana pak…saya jawab lewat mana
aja pak,asal cepet, soalnya kereta saya jam 6. sang sopir dengan wajah yg
tenang menjawab, insya Allah bisa pak..

Melaju di antara kemacetan ibukota, saya cuman bisa melihat jam digital di
dashboard taksi terus bertambah menitnya. Jam 5:59 ( setidaknya itu yang
terlihat ) kami mulai memasuki stasiun. Langsung saya bayar, tak lupa mengucap
terima kasih, saya langsung berlari ke jalur 3&4 tempat kereta saya memeluk
rel. Sedikit terengah engah ( akeh asline ) saya bertanya ke satpam stasiun,
Gumarang dah lewat belum pak?..  belum
mas..wuihhhhh lueeegggooooo…saya melihat jam stasiun menunjukkan pukul
5.59..ahhh untungnya jam taksi tadi kecepetan hehe..tak lama saya berdiri pukul
6.02 kereta itu tiba. Untung ga telat aku cuuuukkkk. Blaen lek telat…

Langsung saya menuju gerbong dan tempat duduk saya. Tak peduli dengan
sekitar, rokok langsung saya nyalakan dan kukepulkan asapnya yang tak terlalu
banyak. Tak sampai 15 menit kereta itu melaju membelah sore Jakarta yang
berwarna orenj diselimuti awan awan polusi, disuguhi gubuk gubuk liar di
sepanjang relnya …. Tuuiiiiiiitttttt…..ditandai dengan semakin kencangnya
hembusan asap rokokku mengarah keluar jendela….kereta itu melaju tanpa
peduli…

——

Kamis, 19 Juni 2008

Jam 06.am

Seharusnya kereta sudah membelah pagi Surabaya. Bokong saya sudah terasa
sangat panas dan very much thick you know..?hehe. Leher saya sudah sangat
tegang karena semalaman entah dia mengayun kemana ketika mata saya tertutup tak
lagi kuat menyangganya. Tapi kereta itu masih enak enakan nangkring di rel rel
kota Lamongan. Jancuk Jaraaaaaannnn!!!Dengan sangat terpaksa saya terpaksa (
sampe 2kali terpaksanya) tetap di kereta ( lha mosok kate mencolot metu??) dan
menyabarkan diri saya sendiri..

Jam 7 pagi,kereta tiba di stasiun Pasarturi. Terdengar bunyi speaker
informasi kalau ada penumpang mau melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi, bisa
menumpang kereta ke stasiun Gubeng..weks?kereta lagi?? Ga pathek’en cuk!!!
Bokong saya sudah terlalu panas untuk dijatuhkan di kursi kereta yang
keliatannya tok empuk. Lek suwi suwi atos kabeh rasane..

Melangkah keluar stasiun saya langsung memanggil taksi yang lewat. Sedikit
manja tentu diperbolehkan untuk kondisi bokong yang penat ini. Maklum,
perjalanan 6 jam selanjutnya sudah terbayang. Kalau saya memilih angkot, tentu
6 jam itu bisa berganti menjadi 8 jam. Jam 7.30 terminal Bungurasih sudah
nampak batang gerbangnya, soalnya dia ga punya hidung..setelah saya bayar, saya
langsung melangkah ke jalur bis Patas jurusan Jember. Langsung saya lemparkan
badan saya ke kursi yang sudah tidak terlalu empuk itu. Tapi setidaknya kursi
itu tak sekeras kursi di bis bis ekonomi lainnya. Tas saya yang berisi pakaian saya
letakkan di balik kursi paling belakang, setelah saya lihat kering dan agak
longgar. Jam 8 pagi roda bis mulai berputar dan membawa bodi bongsornya ke
jalan raya. Otak saya sudah membayangkan 6 jam lagi saya bisa merebahkan diri
di kasur yang sudah saya idamkan sejak 14 jam yang lalu. Keluar tol Porong,
dugaan saya meleset tanpa basa basi..Akibat gobloknya Lapindo Inc, lumpur tak
bisa diatasi sampai sekarang..dan imbasnya kemacetan akibat bertumpuknya
kendaraan ya tak bisa dipisuhi..hanya bisa dirasakan..masio wis suuwwwiii!!!
Jancuk jancuk..pancet macet ae rekkkk. Saya pasrah. Apapun yang terjadi
terjadilah, toh saya sudah kadung capek bangettt. Jam 10.30 bis saya baru
nyampe Probolinggo, 2,5 jam berikutnya sampai di Jember. Dan tau apa yang
terjadi dengan tas saya? Seseorang dengan kejam entah sengaja atau nggatheli
menimpa tas saya dengan tasnya yang bocor oleh cairan sing njancuki..tas saya
basah oleh cairan yang mak!,baunya!!! Koyo pindang bosok cuk!!! Asu ancene,
jancuk jancuk,….bis ini memang kejam!!! Wis suwi nggarai tasku teles pisaan!
tembus ng njero2 sak pakaianku…kalau saja,..kalau saja pakaian itu tidak baru
saja saya cuci mungkin saya tidak akan segondok ini..lha iki..klambi2 iku mari
tak umbah JANCUUUKKK!!! ASU raimu sing
nelesi tasku!! Tak kutuk mambu kabeh klambimu sampek seminggu CUK!!!, sak wulan
lek perlu.
Dendam akan
pencucian baju ini tak akan terbalaskan dengan mudah!!!.
Jam 3 sore akhirnya saya nyampe rumah. Terhitung 22 jam saya berada di kendaraan
dan tentu saja…di jalanan. Pegel kabeh cukkkkkk!!! Tiba di rumah, ga disuruh
tidur dulu atau apa, saya justru langsung disuruh mandi dan bersiap siap untuk
acara aqiqah dan walimatul ursy saya. Ampun Tuhan, cutiku 8 dino ae Sampeyan
ajar entek2an ngene..!!! Jam 3.30 acara dimulai dan berakhir jam 6 sore. Dengan
gontai saya melangkah ke tempat tidur saya, mata ini akhirnya bisa tertutup
dengan kondisi badan yang direbahkan. Setengah jam berlalu, sekitar jam 7
kurang, saya dibangunkan.. ternyata tamu tamu sudah mulai datang untuk sekedar
berkunjung menemui calon penganten, which is me..matek matek…ha hi he ho hu..bersapa
ria dan bersenyum ria, tamu terakhir habis di jam 11.30 malam…Ya Allah,
awakku remek kabeh Tuhan…

Eit tunggu dulu, persoalan belum selesai. Minimal saya harus melek satu jam
lagi. Ngapain lagi kalo ga nyuci baju. JANCUK!!maklum, baju itu yang besok saya
mau bawa. Dan saya ga punya baju lain. Tak punya pilihan, saya segera menumpuk
baju di mesin cuci dan membiarkannya berputar putar dengan busa busa sabun yang
terlihat sangat menyebalkan.

Baru jam 12.15 saya bisa meluruskan kaki saya. Sebatang rokok menemani
malamku di kamar itu. Setelah bara api rokok mendekati garis kuning pangkalnya,
dengan bersemangat badan ini kuletakkan dengan seadanya di ranjang itu. Setelah
15 menit terlentang tanpa daya di ranjang itu, harapan saya untuk segera
berlatih tewas ternyata hanya tinggal harapan..tubuh yang capek ini ternyata
malah tak mau untuk dianastesi dengan mata yang sudah 5 watt ini. Terlalu capek
malah membuat saya hanya melek merem melihat langit langit kamar saya, membolak
balik bantal guling yang dari tadi juga saya bolak balik. Akhirnya saya memilih
nonton tv daripada berbaring ga jelas arahnya. Baru jam 3 saya bisa tertidur …zzzzz..zzzzz…
zzzrrrkkk…rrrkkkkk.. errrrggghhhhh…rrrrrggggghhhhhhh… desah nafas saya
berubah pelan namun pasti menuju ngorok.. hehehe, gpp je, itung2 bonus buat
orang rumah yang dengan sangat tega menyiksa saya hihihihi..

——-

Jum’at 20 Juni

11.00

Hari itu saya tak punya niatan sedikitpun untuk menyapa matahari pagi.
Sekedar kriyip kriyip melihat sinarnya menerobos celah celah jendela kamar saya
pun tidak. Hari itu saya bertekad mensukseskan pagelaran tidur saya. Alhasil,
jam 11 saya baru melek. Melek,….bukan bangun. Badan saya bangun meninggalkan
tempat tidur ketika pukul 11.30 dan kaki saya menapak lantai rumah saya menuju
kamar mandi belakang.

Setelah sholat Jumat, secara otomatis, kaki saya mengikuti perintah otak
saya yang mengarahkannya ke tempat tidur lagi. Maklum, balas dendam lebih kejam
daripada tidak hehehe..

Jam 3 sore saya terbangun,..untuk kedua kalinya. Baju saya sudah kering
semua. Segera saya packing untuk kedua kalinya dalam dua 3 hari dan
mempersiapkan diri untuk berangkat ke Sidoarjo malam jam 9. Setelah siap, mak
saya yang super duper crewetnya menyuruh saya untuk memotong rambut saya.
Daripada berhadapan dengan crewetnya ibu saya, mending saya berhadapan tukang
cukur meski bencong sekalipun. Walhasil, satu2nya salon yang buka adalah milik
sang bencong. Dan sekitar 20 menit saya harus menahan napas sambil mengepalkan
tangan siap siap meninju kalau kalau dia kurang ajar. Mohon pengertian bagi
anda yang pendukung bencong dan sejenisnya, paranoid bencong alias
bencongphobia belum bisa hilang dari saya.

Jam 8.45 bis yang disewa ebes saya datang. Tetangga yang akan mengiringi
lelanange jagat ini mulai menaikki bis dengan barang barang yang nanti
diserahkan ke mempelai wanita, alias istri saya. Saya memilih bangku kedua dari
belakang dengan harapan segera tidur. Bis akhirnya berjalan menyusuri kegelapan
Banyuwangi. Tetapi eh tetapi…belum 5 menit jaket itu saya tutupkan di kepala
saya, ebes saya memanggil dari depan. Dia bilang saya harus didepan untuk
petunjuk jalan. HEH????maksude???trus gunane kernet iku opo, lha trus mosok
sopir iku ga tau jalan luar kota???saya pun menanyakan ke sopir, apakah butuh
penunjuk jalan, dia bilang saya ga tau pas abis embong bunder mas..lha yo wis
lek ngunu, nanti aja saya tuntun kalo dah nyampe embong bunder. Lha lapo teko
banyuwangi aku kudu melek ngancani sopir sampe sidoarjo trus mojokerto??sing
dadi manten sopo to asline??mosok mene nikah sik melekan terus cuk..saya
langsung tidur lagi. Tanpa peduli dan tak akan peduli.

——

Sabtu, 21 Juni 2008

03.00

Yan, yan!!! Emes saya menggoyang2kan lengan saya, mencoba untuk
membangunkan saya. Wis nyampe gempol iki lho..sopir e ga ngerti
dalan..Jancuk!!! dalam hati saya menyumpah nyumpah..lek ga ngerti dalan ga usah
dadi sopir mari, dadi kernet sik ae. Gathel gathel. Dengan berat hati dan mata
berat akhirnya saya menemani sopir di kursi depan. Dan melek. Itu yang paling
saya ga suka. Diiringi oleh rada lemotnya sang sopir yang menurut saya sudah
lumayan parah, weh jadi pengen cerita kalo gini hehe…begini alkisah nya
……sebelum ramayana sidoarjo, kalau kita dari porong menuju kota, kita akan
disuguhi satu jalur yang mengarah ke kiri kemudian memutar, tapi tetep searah.
Nah, sang sopir yang harusnya melihat hal yang sama dengan saya, yaitu tanda
dilarang masuk, dan jalur yang terbelokkan, dan otomatis dia akan membelokkan
kendaraan ke kiri. Lha wong itu tok dalane. Ndilalah kersaning Allah,
pertanyaan yang seharusnya ga muncul itu muncul,..mas..kita kemana? Belok kiri
ya? Gludak!! Yo jelas pak!! Wong dalane cuman iku, pengen nabrak a lek lurus??
Sewot saya menjawab. Dengan gerutu dalam hati, kami tiba di rumah mbak ( bulik
) saya di Bangah, Sidoarjo. Klesat kleset sebentar, byar byur mandi seperlunya,
was wus ngrokok secukupnya, kami melanjutkan perjalanan ke Mojokerto jam 7.30.
Kali ini saya tak dapat jatah tidur sama sekali, wong sing ngerti dalane cuman
aku. Sebagai guiding bride alias mempelai pemandu jalan, jam 8.30 kami nongol
di depan rumah mempelai wanita saya..( terasa romantis ternyata ketika saya
menyebut mempelai wanita..cuk kangen polehan..)

Tenda tenda biru bergaris putih itu terasa sangat sederhana, pas dengan
keinginan kami yang tak terlalu ingin hingar bingar pesta di pernikahan kami.
Asal sah n ga malu2in hehe. Kursi kursi itu dilapisi kain merah muda. Sebuah
meja beralaskan taplak merah diletakkan ditengah tengah kursi. Rokok kembali
saya bakar. Ternyata hati ini tak setenang yang saya kira. Degupan degupan
jantung ini terasa lebih cepat dari biasanya. Kepulan kepulan asap rokok itu
kelihatannya mengejek saya dengan moment saya waktu itu. Gelisah saya menunggu
penghulu datang. Gelisah saya membayangkan apakah saya nanti bisa mengucapkan
IjabQobul pertama dan terakhir saya. Tak terasa 3 batang rokok saya habiskan
dalam waktu setengah jam. Jam 9.10 penghulu datang. Pada awalnya saya cuek,
wong saya pikir dia tamu. Tapi setelah mertua memanggil saya dan menunjukkan
kalau dia penghulunya spontan Deg!! Jantung ini berbunyi dag dig dug sampai
bahu saya bergerak seirama dengan denyut jantung saya. Langsung saya diarahkan
ke meja yang sudah dipersiapkan untuk menguji kelelakian saya..arena pembuktian
ucapan dari seorang laki laki. Ring untuk unjuk kejantanan demi sebuah ikatan
suci bernama pernikahan. Keringat dingin mengalir dari tangan saya sebelah
kiri,..untungnya. jadi ga terlalu malu kalo bersalaman dengan penghulu hehe. Telapak
tangan kanan saya terasa sangat kering, hampir sama dengan tenggorokan yang
seperti tercekat oleh ketakutan yang sangat. Is this the time God??begitu saya
membathin..

Bla..bla..bla..sedikit berbasa basi dengan ayah mempelai wanita saya,
penghulu kemudian memanggil saksi dari keluarga saya, yaitu om saya. Seperti
habis menghisap ganja kw1 saya hampir tidak bisa mengingat apa saya yang
barusan diucapkan oleh penghulu tersebut. Setelah mukanya menghadap saya
barulah saya memandang tajam ke arah mulutnya dan memasang telinga saya setajam
tajamnya. Sang penghulu yang ketika itu
terlihat layaknya jaksa penuntut umum dengan terdakwa seorang maling ayam (
kalo koruptor sih jaksanya ga serem serem hehe ) menanyakan apakah saya mau
mengucap janji nikah. Saya jawab mau. Dan apakah saya bisa melanjutkan
perkataan setelah dia mengucap serah terima proses akad nikah dari mertua saya
ke dia? Dengan bingung saya bertanya, kata2nya gimana pak? Bla bla bla..dia
berkata ( saya tidak bisa menuliskannya secara jelas kata2 akad nikahnya karena
saya completely forgot those words!!!totally blank!!! Hehehe ) tapi yang jelas,
kata2nya jauh berbeda dengan ikrar akad nikah yang saya hapalkan beberapa hari
sebelumnya. Saya dikasih pilihan, anda mau menirukan atau meneruskan sendiri.
Dengan senyum yang sangat terpaksa, saya memohon untuk menirukan saja. Penghulu
berkata kalo lebih afdol kalau meneruskan sendiri..dengan polos saya menjawab
kalau kata2 itu beda dengan hafalan saya selama ini hehe. Tapi meski pake
hafalan saya sendiri, saya ga jamin bisa melafalkannya dengan cepat, tegas, dan
benar dalam kondisi hati saya saat itu. Believe me guys..the pressure is
unbelieveable
, so fucking huge!!! Akhirnya penghulu mengiyakan permintaan saya…dengan tangan digenggam
oleh penghulu, saya benar2 memusatkan semua perhatian saya ke kata kata yang
keluar dari mulut penghulu itu. Semua terasa sepi, yang terdengar cuman suara
si penghulu, suara saya, dan suara jantung saya.

SAYA TERIMA!!! Begitu kata kata itu meluncur dari mulut saya, degup jantung
itu mulai naik satu gigi dari biasanya,..kata kedua naik lagi satu gigi dan rpm..kata
ketiga..naik lagi satu gigi berbanding dengan rpmnya..selanjutnya naik..naik
lagi…naik lagi..Demi Allah, saya tak pernah merasakan seperti ini..degup
jantung yang naik perlahan per lapnya..sampai ketika hampir berakhir..denyut
jantung itu melaju tanpa kendali dan berdetak sangat cepat dan kencang!!! Sekencang
Casey Stoner dengan Ducati di lintasan lurus, sekencang lari juara Olimpiade
100m, sekencang avalanche yang tiba tiba runtuh menerpa Alpen, sekencang peluru
yang keluar dari laras M14 seorang sniper…Dan berakhir dengan sangat tiba tiba
ketika saksi I mengibarkan bendera Sah!!

HWAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!

Lemes, bahagia, takjub, tak percaya..semua reaksi tadi saya lepas dalam
satu tarikan dan hembusan nafas panjang..

God, I’m married!! Finally!! Senyum keluar dari bibir saya dan istri saya.
Segera setelah menyerahkan mas kawin, dan berpose pose ria dengan memegang
surat nikah, kami digiring menuju kamar penganten dan dipersilahkan berdua
sebentar sebelum acara dilanjutkan ke resepsi perkawinan kami.

Tak perlu saya ceritakan apa yang terjadi selanjutnya,..yang jelas 4 hari
yang menguras tenaga, otak, dan duit tentunya ternyata berbalas indah dengan
sebuah kenyataan kalau kami telah menikah.

Hehehe..4 days to forever..sebenarnya 6 years to forever kalau diitung dari
lama kami berpacaran..tapi tetap bagian terserunya adalah 4 hari ini
hwahahaha!!

At last but not least..the jungle
ahead are welcoming both of us hehehe..!

May God Give Us Strength…Cos Our
Journey of Life is About to Begin… 

 

Surabaya 1998-2007

August 6th, 2008 by yandha-man

"tulisan ini dibuat sekitar 3-4 bulan yang lalu cuk.."

nasib itu pilihan
keberuntungan itu kesempatan berbareng kesiapan
takdir itu pasca dan pasti
jalan itu masih jauh kedepan
pun dengan pandangan mesti tetap menatap ke depan
ke belakang kita tak perlu kembali
meski kita perlu belajar dari masa lalu

frankly, i’d never imagine that today i’m gonna be like myself now
employed.. ) i’n a corporation called profitchaser
well, cos there’s a lot of reason i’m unemployed
first… i’m dead when it related to grade..hwahaha shit..what a pathetic
second…. i hate this kind of company
third….. i get bored quickly
fourth….. I HATE JAKARTA!!!!
fifth…… i love being free

appearently i also had lot of reason that finally made me accept this job
1) i need the money
2) i need the money
3) i need the goddamn money!!!fuck!!!hwahaha
4) i need the status, it’s not for me, for my future mother in law ( ARRRGGGHHHHH )
5) i need the status, also not for me, for my future wife ( AARRRGGGHHH AGAIN !!!)

berangkat dengan kebingungan di kepala,akhirnya nyampe juga 9 bulan bekerja disini..
not bad actually, at least saya bisa belajar something related my hobby here..camera
tapi..ada tapinya neh..semakin lama disini dengan keseharian yang rutin
kadang mampu membuat saya kembali mengingat memori indah masa lalu..
bukannya tidak mau bersyukur,tapi sedikit bosan juga tidak salah
kan..toh manusia diciptakan dengan rasa bosan,lagian being bored kan
gampang banget hwehe

pagi jam 7 bangun ( kadang2 jam 5 jika dibutuhkan ),
sarapan kalo sempet, kalo ga ya ntar siang have a brunch
jam 9 rapat dengan tim
jam 10 ngecheck kamera sesuai dengan SOP
jam 10.30 berangkat liputan
jam 2 siang makan
jam 5 selesai liputan
pulang ditengah kemacetan
jam 7-8 nyampe kantor
jam 7-8 preview gambar atau bikin naskah
pulang..ngopi di kos dengan 2 batang rokok..tidur..berarti ga mandi tuh..
meski berbeda tempat liputan tapi liputan ya tetep liputan..5W 1H dengan angle yang ditambah dikit2
8 bulan penuh bekerja dengan pola yang sama membuat kenangan akan tempat saya yang dulu menyeruak kembali tanpa ampun..

sekali lagi bukannya tidak bersyukur..(..Tuhan hwehe),sering
terlintas dalam ingatan saya akan hangatnya suasana di kantin sebuah
kampus di surabaya..
dulu ketika saya pulang kerja,seringkali bahkan tiap kali, selalu saya mampir dan nyangkruk di tempat itu..
tempat dimana tak ada batas untuk berpikir,tak mengenal malu dalam berbicara..bebas..
ngopi?ada..dan banyak teman ngopi..ngrokok?this is smoking area babe!
ngobrol?IN JAVANESE!!!..discuss?sure hell we discuss!!!
kalo tak di kantin,motor saya tinggal saya pacu ke wargres..dimana ada kopi rokok gorengan dan koran…
disini yang saya temui cuman kopi dan burjo,itu pun tak ada rokok gorengan dan koran..ain’t that pathetic!?

akhir akhir ini memang rasa kangen akan surabaya dan jawa sering tak tertahankan..
rasa soto,tahu campur,tempe penyet dan gorengan lengkap dengan petisnya..bahasanya yang bagi saya tak perlu mikir untuk berucap…jalan
yang masih terasa lengang dan lega…

seorang teman pernah berkata bahwa dengan melihat jakarta anda akan dengan mudah melupakan surabaya..
cos jakarta adalah segalanya..semua menjadi kecil dan tak ada apa apanya dibanding jakarta..
di jakarta lah tempat untuk bertarung dan mengalahkan..
tapi itu kata temen saya..
saya juga punya pendapat sendiri dunk…hehehe
tak perlu menaklukkan jakarta juga gpp kok..
kenyamanan dan kebahagiaan hidup tak bisa dibeli ( dengan murah )..kalo dengan uang bisa kok kaya’nya hwahahaha..
and i can’t find it in jakarta..
lebih menyenangkan ketika saya bisa membangun daerah saya daripada harus menaklukkan jakarta..ain’t worth at all..
lagian lidah ini masih lebih enak ketika berbicara dengan “koen” dan aku daripada “elo” dan “gue”…

well God..gpp kan merasa kangen dengan masa lalu saya sedikit saja?hehehe…

new

April 30th, 2008 by yandha-man

visit me at yandha.wordpress.com

selamat jalan…

January 27th, 2008 by yandha-man

27 januari 2008 13.10wib…telah berpulang soeharto,sang penguasa republik ini selama 32 tahun…

akhirnya mati juga doi…setelah 24 hari menyusahkan banyak orang,terutama satpam,dokter,wartawan,dan tukang sapu di RSPP yang setiap dua jamnya menyapu halaman RSPP tempat para kuli tinta dan kuli kaset itu nyangkruk,termasuk saya hehe…

sebuah kehilangan besar bagi bangsa ketika akhirnya pak harto meninggal…

rakyat kehilangan sosok pemimpin yang dulu (mungkin masih sampe sekarang) sangat mencintainya,memujanya bak dewa,sampe tidak boleh menghina pengucapan “-ken” nya yang terkenal itu…

rakyat juga kehilangan sosok presiden yang bengis dan pandai menutupi kebengisannya dengan senyum nya yang khas,hingga ia dijuluki smiling ( assassin ) president oleh media barat..

rakyat thus kehilangan sosok penguasa yang seenaknya mencaplok tanah mereka,membunuh sanak saudara mereka dengan DOM-nya,integrasinya,atas nama penegakan pancasila dan kesatuan republik indonesia…

demonstran kehilangan sosok lawan yang menakutkan dan susah dikalahkan,meski dia sudah lengser…kehilangan musuh bersama yang tetap dilaknat meski dia sudah diambang batas kematian dan hidupnya..kehilangan seorang sparring partner yang membuat demonstran itu menasbihkan diri mereka menjadi pejuang demokrasi,pejuang ham,dan pejuang pejuang yang lain kecuali pejuang rumah tangga..

mahasiswa kehilangan sosok yang diteriakkan untuk diadili, kehilangan sosok yang susah ditebak kemana arahnya..kehilangan sosok yang masih juga menyisakan kekuasan tanpa batas meski dia sudah lengser 21 mei 98 silam….

kroni kroni cendana dan orde baru juga kehilangan sosok yang mumpuni melindungi dari aksi kotor mereka dengan kharisma yang tersisa, meski dia harus berjuang dengan stroke yang kemudian menyerang otaknya,..

tak dipungkiri,soeharto adalah pahlawan bagi sebagian orang…dengan senyumnya,dengan kehangatannya,dengan keramahannya,dengan kekuasaannya,dengan sosoknya yang benar2 berangkat dari kejelataanya di kemusuk jogja…

tapi bagi sebagian orang,soeharto hanyalah bajingan berpangkat presiden,yang pintar memanfaatkan kekuasaan dan menimbun kekayaan lewat tangan anak2nya, membunuh orang2 yang dapat mengancam eksistensinya sebagai presiden dan diktator,…dan tetap berkuasa meski sampe dia dikuburkan jam 12.18 hari ini 28 januari 2008 di astana giri bangun..

ribuan orang menyambut jenazahmu yang melewati jalan dari solo ke astana giri bangun tempat wanita tercintamu disemayamkan….

finally,semoga kematianmu dikenang kawan,karena memang layak untuk dikenang…
semoga kematianmu membawa babak baru kehidupan indonesia..
semoga kematianmu membawa sinar baru dalam penegakan hukum di indonesia..
semoga kematianmu membawa kebahagiaan bagi banyak orang..
selamat jalan pak harto…hormat dan benci ku untukmu…presidenku…musuhku..

ancol,1 januari 2008

January 2nd, 2008 by yandha-man

hari ini aku menyaksikan fenomena berkumpulnya banyak orang untuk merayakan pergantian tahun..
entah apa yang dipikirkan orang orang itu…
kata mereka itu spesial..kata mereka itu harus dirayakan…
seolah dengan pergantian tahun akan terjadi keajaiban yang harus mereka saksikan..

mereka seolah tak perduli dengan hujan yang kelihatannya enggan berhenti,,,tak perduli hujan yang terus memuntahkan air air itu dengan sombongnya..
di sudut kerumunan itu kulihat seorang bapak yang mengoleskan minyak kayu putih ke perut putrinya yang kira kira masih 4 tahunnya…rupanya dia masuk angin…
di sudut lainnya kulihat sepasang remaja cowo cewe berusia tanggung berpelukan diatas motor dengan baju yang hampir seluruhnya basah
ribuan orang berkumpul disini…..
layakkah pengorbanan mereka ???
kata mereka…akan ada keajaiban sebentar lagi…

tepat pukul 12 malam…aku melihat ke langit mencoba menerka keajaiban macam apa yang dimaksud orang orang tersebut…
5…4…3…2…1…boom!!
ratusan cahaya kembang api ukuran besar menghiasi langit…
dengan warna warna yang mencolok ditengah kegelapan malam..
tret tret…
bunyi bunyi terompet mengiringi kembang api tersebut..
suaranya memecah keheningan malam kala itu…memekik hingga entah berapa desibel….

satu menit berlalu..kembang api itu masih terlihat…dua menit…langit kembali gelap…
aku masih menantikan keajaiban apa yang terjadi…

ternyata keajaiban yang kutunggu tak kunjung tiba..
di detik pertama tahun 2008 ini bajuku masih basah..kameraku masih menyala dengan biasa..hujan masih sombong menitikkan ribuan butiran airnya..
tanganku yang terkilir kemarin juga masih terasa sakit..
sepatuku masih kotor karena beceknya jalan yang kulalui..
separuh jawa juga masih terendam oleh banjir…
gempa dan tsunami bertahun silam juga masih menyisakan kepedihan bagi mereka ya tak pernah diperhatikan…
pemerintah dan aparatnya juga masih hobi mencuri…

ahh…ternyata tak ada keajaiban sama sekali..
masa silamku juga masih lengkap dengan segala tetek bengeknya…
tahun baru ini ternyata cuma menyisakan kebingunganku menulis tanggal liputan ku…1 januari 2008..tak lagi 2007….

kangen……

July 14th, 2007 by yandha-man

JANCUK!!!!
kangen kerjo sandal jepit-an!!!!
kangen kerjo kaos oblong-an!!!
kangen kerjo sambil rokok-an!!!

June 24th, 2007 by yandha-man

    God help me…..

May 8th

May 17th, 2007 by yandha-man

Tuhan laper…..
"trus opo’o blek???"
yo jaluk mangan po’o Boss
"golek dwe ga iso ta koen?"
iso sih..tapi jaluk restuMu yo?
"kari golek mangan ae jaluk restu koen iku?guaya padahal biasane sakkarepe dewe ga iso dicekel buntute?"
alah Boss…Boss..nggarai sungkan Sampeyan iku heheh
"raimu ae sungkan"
manganku mari iki tambah Boss…
"manganmu tambah opo koen atene ngeke;i mangan anake wong?"
nah iku Boss..ngerti ae Sampeyan iki…hwehehe..
"sik tak pikire sik…ndelok kerjomu karo dungamu..lek bener tak ke’i, ga usah jaluk wis tak ke’i koen iku"
okeh okeh,..suwun Boss..
"ojok suwan suwun tok ae koen iku!sing bener koen!!"
SIAP!!!!